manfaat cytotec, efek samping cytotec

Kali ini kami membahas informasi tentang manfaat cytotec misoprostol dan beberapa efek samping cytotec untuk aborsi. Dalam kasus ini, memang terlihat menakutkan apalagi ditambah kurangnya pemahaman cara penggunaan obat dengan benar, semakin ada saja timbul rasa ketidaknyamanan saat akan melakukan aborsi.

Seberapa pentingnya Cytotec untuk Aborsi ? mari pahami beberapa manfaat cytotec sebenarnya.

Kenali Manfaat Cytotec Misoprostol Saat Aborsi

Cytotec sudah menjadi salah satu obat penting untuk aborsi kandungan yang aman menurut WHO (World Health Organization). Cytotec ini masuk dalam daftar WHO, karena cukup membantu untuk keselamatan nyawa dan kandungan seorang wanita saat mengalami permasalahan serius pada kehamilan.

Cara aborsi dengan cytotec misoprostol terbukti ampuh dan efektif. Tingkat keberhasilannya tidak sia-sia dan jauh lebih aman dibandingkan cara aborsi kandungan dengan cara medis atau tradisional yang lain, sangat beresiko dan berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa manfaat cytotec untuk rencana aborsi dengan penggunaan dosis yang benar, antara lain :

  • Menggugurkan kandungan spontan dengan aman
  • Mengeluarkan janin di dalam kandungan hingga bersih dan tuntas
  • Mencegah terjadinya infeksi dan komplikasi pada saat aborsi
  • Induksi persalinan serta menghambat pendarahan hebat

Itulah fungsi atau manfaat dari obat cytotec. Perlu diketahui juga dampak dan efek sampingnya setelah menggunakan cytotec misoprostol sebagai obat aborsi.

Efek Samping Cytotec Untuk Aborsi Kandungan

Tiap usia kandungan yang di aborsi mengalami rekasi secara berbeda-beda, sebagian sudah mulai mengalami kram setelah dosis pertama, namun sebagian lain baru mengalami kram setelah dosis kedua atau ketiga. Kram biasanya akan diikuti dengan pendarahan, dapat berupa darah segar berwarna merah dan darah lama berwarna kecoklatan.

Wujud darah yang keluar terasa mirip seperti menstruasi dan disertai keluarnya gumpalan darah, tergantung dari usia kandungan saat aborsi dilakukan. Contohnya pada usia kandungan 5-8 minggu, reaksi yang keluar hanya darah dan gumpalan kecil. Setelah 9 minggu sampai lebih, akan keluar seperti embrio atau janin.

Selain timbul efek samping kram dan pendarahan, juga dapat terjadi efek yang lainnya seperti; mual, muntah, diare, lemes, pusing, sakit kepala, demam dan menggigil. Akan tetapi, tidak semua efek samping cytotec untuk aborsi ini muncul seketika bersamaan, terkadang hanya beberapa saja.

Cukup gunakan pembalut saja, jika terjadi pendarahan !

Pendarahan akan berlangsung sekitar 2 minggu, dan siklus menstruasi akan kembali normal setelah 4-6 minggu.

Pendarahan dan nyeri tidak selalu bertanda bahwa aborsi berhasil tuntas. Untuk mengetahui apakah masih hamil atau tidak, bisa mengecek apakah tanda-tanda kehamilan berakhir atau tidak. Jika kurang yakin, bisa menunggu 3 minggu untuk melakukan test USG.

Kalau hasilnya masih dua garis samar berarti masih ada yang tersisa. Perlu dosis tambahan untuk mengatasi aborsi 100% berhasil tuntas, tanpa menjalani proses kuret / kuretase.

[Total: 5    Average: 5/5]