akibat penyebab aborsi

Apa saja alasan-alasan Wanita melakukan ABORSI ? tentu saja ada akibat penyebab aborsi yang dilakukan oleh seorang wanita hamil, pasti memiliki bermacam-macam alasan; baik itu alasan medis maupun alasan non-medis.

Menurut studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998), menyatakan bahwa alasan seseorang menggugurkan kandungan : hanya 1 % kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3 % karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3 % karena janin akan tumbuh dengan cacat tubuh yang serius. Sedangkan 93 % kasus aborsi lainnya adalah karena alasan-alasan non-medis diantaranya adalah tidak ingin memiliki anak dengan alasan takut mengganggu karir atau sekolah, tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak, dan tidak ingin memiliki anak tanpa ayah.

Biasanya kasus aborsi yang terakhir membutuhkan konseling untuk memperbaiki serta mempersiapkan mental atau ketenangan diri wanita tersebut sebelum melakukan pengguguran kandungan. Baca informasi tentang persiapan sebelum aborsi

Faktor Akibat Penyebab Aborsi Kandungan, Alasan Wanita Melakukannya

Penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari; infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh), penyakit dari si ibu, dan faktor eksternal lainnya. Penyebab aborsi, umumnya disimpulkan dalam 3 kategori yakni : faktor janin, faktor kesehatan sang ibu, faktor eksternal lain spt: hamil diluar nikah, ekonomi.

Inilah alasan wajib, wanita melakukan aborsi dikarekan faktor-faktor berikut :

1. Faktor Janin

Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnya kelainan pada perkembangan janin seperti kelainan kromosom (genetik), gangguan pada ari-ari, maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulan pertama berkisar sebesar 60%.

2. Faktor kesehatan sang Ibu/Wanita Hamil

Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan pengguguran janin adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya) maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya. Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan.

3. Faktor Eksternal lain

Inilah yang mewakili persentase 93% diatas. Biasanya faktor eksternal ini diantaranya adalah hamil diluar nikah, belum siap memiliki anak (psikis), dan masalah ekonomi dalam menghidupi si calon bayi nantinya. Ini adalah permasalahan yang paling banyak bahkan jauh lebih banyak dari faktor lainnya.

Tidak semua negara memperbolehkan aborsi apalagi dengan alasan dari faktor yang terakhir ini. Biasanya rumah sakit tidak dapat menerima aborsi selain alasan medis kecuali kehamilan akibat pemerkosaan. Dalam artian rumah sakit khususnya di Indonesia belum ada yang bisa memperbolehkan aborsi dengan alasan misalnya : hamil di luar nikah.

Banyak yang berkunjung ke klinik aborsi dengan proses kuret, namun tetap saja tidak semua klinik tersebut aman dan dapat dipercaya. Beberapa bulan terakhir ini aparat berhasil menggrebek beberapa klinik aborsi yang diduga bukan ditangani oleh dokter juga menggunakan alat-alat yang sudah berkarat dan tidak steril (fakta yang terjadi, bukan menakut-nakuti).

Oleh karena itu, kalau berniat melakukan aborsi kandungan, Anda bisa hubungi kami 0822-31-3456-34. Salah satu alasannya adalah karena lebih aman, terpercaya dan profesional dan bertujuan 100% Berhasil Tuntas.

[Total: 6    Average: 5/5]